Rabu, 12 Juni 2013

Pemeriksaan Coliform



I.                   Pemeriksaan Coliform

a.       Tujuan                   : Agar mahasiswa mampu memeriksa angka kuman MPN
 Coliform tinja dari suatu sampel air sumur gali.
b.      Materi                    : Pemeriksaan Coliform Tinja
Dasar Teori    : MPN ( Most Probable Number ) adalah perkiraan terdekat  jumlah . Bakteri Coliform adalah bakteri golongan coli yang ditandai dengan kemampuan bakteri itu menguraikan lactose menjadi asam dan gas di dalam media Briliant Lactose Broth pada inkubasi suhu 37˚ C selama 2x24 jam . Contoh : Genus Klebsiella , Genus Enterobacter , Genus Eschericia . Coliform tinja adalah coliform yang mampu tubuh pada suhu 44,5˚ C 24 jam dan Escherichia coli adalah bakteri gram negatif berbentuk batang yang menguraikan lactose menjadi gas, memproduksi indol, dan simmon’s citrate negatif.
c.       Alat dan Bahan     :

Alat :
No
Nama Alat
Jumlah(Buah)
1
Rak Kayu
1
2
Inkubator
1
3
Tabung Erlenmeyer
1
4
Tabung reaksi dan durham
30
5
Ose
2
6
Api bunsen
1

Bahan :
No
Nama Bahan
Jumlah
1
Air sumur gali

2
BGLB

3
LB

d.      Prosedur Kerja
1.)    Menyusun media LB dalam rak tabung dengan ragam 5:5:5
2.)    Menulis kode ,tanggal penanaman dan volume sampel ,dan nama pemeriksa.
3.)    Mengocok sampel dan mengambilnya dengan pipet steril 10 ml dan memasukkan ke dalam tabung LB sebanyak 5 tabung , dan mengambil 1 ml sampel kemudian memasukkannya ke Lb 0,5 tabung LB 0,5% sebnyak  5 tabung.
4.)    Menggoyangkan rak yang berisi LB hingga  homogeny .
5.)    Mengeramkan pada incubator dengan suhu 37ºC selama 2x24 jam .
6.)    Setelah 2x24 jam mengamati pertumbuhan bakteri , jika terdapat gelembung gas pada tabung durham maka tabung positif , sedangkan jika tak ada gelembung gas maka tabung negative.
7.)    Memilih tabung yang positif dan melanjutkan dengan tes penegasan.
Tes Penegasan
1.)    Menyiapkan media BGLB sebanyak 15 buah denganragam 5:5:5
2.)    Setelah itu memberi kode sampel ,tanggal penanaman, dan kemudian memindahkan bakteri yang berada dalam LB (tabung positif) ke dalam media BGLB menggunakan ose.
3.)    Mengeramkan tabung pada incubator 37ºC selama 2x24 jam .
4.)    Mengamati pertumbuhan bakteri pada tabung BGLB , mencatat tabung yang positif .
5.)    Mencocokkan tabung yang positif dengan table MPN coliform dengan ragam 5:5:5.
e.       Hasil Kerja
No
Hasil Pengamatan
Ragam yang dipakai 5:5:5
Kode Sampel
Tanggal
Tes Perkiraan
Tes Penegasan
MPN Coli / 100Ml
10 ml
1 ml
0,1 ml
10 ml
1 ml
0,1 ml
1.











2.



3.
10 ml :

A

B

C

D

E

1ml :

F

0,1ml:

G



+

+

+

+

+



+



+


+

+

+

+

+



+



+


+

+

+

+

+



+



+


+

+

+

+

+



+



+


+

+

+

+

+



+



+


+

+

+

+

+



+



+
≥1898

f.       Pembahasan
Dari perhitungan berdasarkan table MPN Coliform dapat di ketahui index MPN adalah 1898 per 100 ml.
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa:
Pada pemeriksaan bakteriologi air, untuk mengetahui jumlah bakteri   coliform danE.Coli dapat dilakukan dengan metode MPN (Most Probable Number) atau JumlahPerkiraan Terdekat.  
 MPN adalah suatu teknik enumerasi pada mikrobia (dalam hal ini coliform fecal),  pada suatu bahan cairan.
Di dalam praktikum ini menggunakan Metode MPN yang terdiri terdiri dari dua tahap, yaitu uji pendugaan dan uji penegasan.
 Dalam uji tahap pertama, keberadaan coliform menunjukkan positif di dalam setiap tabung sampel; masih dalam dugaan. Organisme kelayakan konsumsi air atau bahan pangan cair adalah kelompok bakteri koliform yaitu: spesies Eschrichia, Enterobacter dan Klebsiella..
1.                        Pada tes penegasan, pada sampel air kran  yang diinkubasi pada suhu 37º C selama 2x24 jam untuk indentifikasi adanya coliform maka semua tabung menunjukkan confirmative positif. Sehingga angka yang diperoleh untuk menunjukkan confirmative positif adalah :5-1-1 dan index MPN yang diperoleh yaitu ≥979/100ml..Sehingga sampel air tersebut masih layak untuk dikonsumsi Karen bakteri coli yang terdapat dalam sampel air bersifat nonpatogen , bakteri akan mati dalam suhu pemasakan 100ºC.


Senin, 24 Desember 2012

Label Limbah B3


Bahan Berbahaya dan Beracun yang selanjutnya disingkat dengan B3 adalah bahan yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya. Penggunaan Label B3 tersebut dilakukan dalam kegiatan pengemasan B3. Label berfungsi untuk memberikan informasi tentang produsen B3, identitas B3 serta kuantitas B3.Label harus mudah terbaca, jelas terlihat, tidak mudah rusak, dan tidak mudah terlepas dari kemasannya. Makalah PTPSP-A Tentang Label B3 Makalah Ptpsp A PPT tentang LImbah b3 PPT Simbol Dan Label Limbah B3 (1)

Minggu, 23 Desember 2012

Uji Emisi


Pencemaran udara disebabkan oleh beberapa hal, antara lain yaitu pembakaran hasil pembakaran bahan fosil di industri, kendaraan bermotor, pembangkit listrik dan sebagainya. Sebuah hasil penelitian Rusdian Lubis dan Widodo sambodo (1994) menyatakan bahwa kendaraan bermotor menyumbang lebih dari 50 % pencemaran udara di atas bumi ini. Emisi adalah gas hasil dari pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor. Emisi gas buang dari kendaraan bermotor merupakan salah satu polutan yang mencemari lingkungan. Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang beredar di masyarakat menyebabkan emisi gas buang juga semakin meningkat. Emisi gas buang itu sendiri adalah sisa hasil dari suatu proses pembakaran bahan bakar di dalam mesin. Berikut Video Uji emisi :

Pengikut

« »
« »
« »
Get this widget